Menindak lanjuti hasil rapat internal kemaren 24/7/17, setelah kemaren memonitoring bersama BPPKAD ke Hotel & Restaurant Utama Raya, hari  ini Komisi II bersama OPD mitra Komisi II Disperindag dengan Tim Pengawas Tera Ulang Kabupaten Situbondo ke SPBU Karang Asem, Kotakan dan Panarukan Situbondo (27/7).

Dalam monitoring kali ini Komisi II terhadap beberapa SPBU, dan Petugas dari Disperdagin serta Tim Pengawas Tera Ulang langsung melakukan Tera ke setiap Mesin SPBU. Memang ditemukan plus minusnya. Tetapi jumlahnya masih dalam batas-batas normal karena dikategorikan Batas Kesalahan yang Di izinkan (BKD) atau batas Toleransi. Dalam ketentuan Takaran Pengisian Plus Minusnya maksimal 100 ml/ 20 Liter BBM atau 0,5% dari Output yg dikeluarkan. jadi bila ukuran tera kurang dari 100 ml itu masih ditoleransi karen masih dalam batas kesalahan yang diizinkan, dan bila lebih dari 100 ml itu sdh termasuk dlm pelanggaran.

Tera ulang BBM pertamax di SPBU Karang Asem -80 ml, Premium plus 40 ml dan Solar -15ml. Demikian juga di SPBU yang lain yaitu Panarukan dan Kotakan masih dalam taraf batas Toleransi. Malah di SPBU Kotakan Solar Plus 80 ml, yang mana dengan kondisi seperti itu Pengusaha SPBU yang dirugikan.

Maka dari itu Komisi II berharap agar Pemerintah Daerah memiliki Alat Tera Ulang Mandiri, yang mana untuk mentera Ulang SPBU di Kabupaten Situbondo tidak harus mendatangkan Tim Tera Ulang dari Yogjakarta yang mana akan lebih membenani Pengusaha SPBU karena harus membayar biaya yang lebih besar di bandingkan bila Pemerintah Daerah memiliki Alat Tera Ulang Mandiri. Seperti Pemerintah Kabupaten Jember yg sdh mempunyai alat sendiri.

Dalam tahun ini Kewenangan melakukan Tera Ulang berpindah ke Pemerintah Kabupaten, yang sebelumnya menjadi tanggung jawab penuh Pemprov jatim.

Komisi II juga berharap Pemerintah Daerah melakukan Penganggaran Alat Tera tersebut dengan harapan produsen dan Konsumen BBM di Pemerintah Kabupaten Situbondo sama-sama tidak dirugikan, serta Pengusaha SPBU akan menjalankan Usahanya sesuai dengan aturan yang berlaku